Hunian
Mungil Nan Nyaman - Lahan
sempit bukanlah alasan untuk tidak menciptakan hunian yang nyaman. Penataan
furnitur dan lay out yang pas bisa membuat hunian mungil terasa nyaman dan
lapang. Menyiasati hunian dengan lahan terbatas sebenarnya bukanlah hal sulit.
Anda bisa memulainya dengan membuat perencanaan lay out ruangan yang baik. Jika bangunan dianggap sudah tidak bisa dikembangkan secara horizontal, sebaiknya jangan dipaksakan lagi untuk menambah ruangan baru. Nah, bila memang terpaksa menambah ruangan, sebaiknya kembangkan bangunan secara vertikal. Agar tak terasa sumpek, sebaiknya sisakan ruang terbuka hijau yang cukup.
“Ruang terbuka hijau memang
berperan penting untuk kenyamanan penghuni rumah. Misalkan, di lahan seluas 184
meter persegi, sebaiknya bangunan dibagi menjadi dua lantai. Lantai satu 63,7
meter persegi dan lantai dua 65,7 meter persegi (m2). Keuntungannya, penghuni
rumah memiliki lahan sisa yang bisa dijadikan area hijau yang lebih luas,” kata
arsitek Denny Indra.

Taman kecil di area depan bisa
menghidupkan tampilan fasad dengan vegetasi yang sangat cukup. Walau area taman
yang tersedia tidak terlalu luas, kebutuhan privasinya tidak terlupakan karena
tidak banyak bukaan di fasad bagian lantai bawah.
Bukaan lebar hanya diaplikasikan
di lantai atas, tepatnya di kamar tidur. Jika masih ada sisa lahan di bagian
belakang, Anda bisa membuat taman mungil sebagai area resapan hijau. Bedanya,
taman belakang berukuran lebih luas dari taman depan. Dari taman belakang
tersebut, cahaya dan udara masuk ke bagian dalam bangunan melalui pintu kaca
dengan empat daun pintu yang lebar.
“Di area ini faktor privasi tidak
lagi menjadi pertimbangan, bukaan dibuat lebar dengan aplikasi kaca transparan.
Terlebih lagi bila bagian ruang makan lebih banyak terpapar cahaya matahari.
Ambians natural dari cahaya
matahari bisa meningkatkan selera makan penghuni dan meng akrabkan suasana
makan,” kata Denny.
Adanya bukaan lebar dan cahaya
alami di area belakang tidak hanya menerangi ruang makan, tapi juga ke bagian
bangunan yang lebih dalam, seperti ruang keluarga dan ruang tamu. Jadi, Anda
pun bisa menghemat energi. Anda bisa menghias bidang fasad dengan menggunakan
batu alam dan aksen pencahayaan area tangga yang menggunakan kaca buram untuk
alasan privasi dan cahaya tidak berlebihan.
“Kaca buram dipisahkan elemen
kayu vertikal yang terlihat menyambung dari lantai satu ke lantai dua,” ujar
Denny. Desain minimalis pada fasad menunjukkan kepraktisan gaya hidup
penggunanya yang modern. Struktur kantilever yang meniadakan tiang semakin
dipertegas kesan praktis dan simpelnya. Struktur tersebut menyangga balkon di
atasnya yang dikelilingi railingminim ornamen.
Anda pun bisa membuat permainan
garis vertikal dan horisontal di fasad yang minimalis, lalu diselaraskan dengan
desain interior yang minim ornamen.
Warna krem, cokelat, dan gading
dipadukan selaras melalui dinding. Ini akan membuat suasana rumah Anda terlihat
lebih segar. Konsistensi ini memperkuat karakter hunian yang mengusung gaya
modern minimalis, baik di area luar maupun di dalam.
Ada baiknya Anda rencanakan
pembagian ruangan di setiap lantainya, misalkan di lantai satu berisi ruang
publik dan servis dengan penggunaan sirkulasi.
Sementara di lantai dua, Anda
bisa memanfaatkan bukaan lebar sebagai sirkulasi area kamar tidur.(net)
Sumber:
http://sumutpos.co/2013/07/62597/hunian-mungil-nan-nyaman