12
Tips Membeli Rumah Second/ Bekas - Membeli rumah second bisa dikatakan ibarat
mencari jodoh. Membutuhkan waktu yang cukup lama, namun kadang terasa agak
mudah. Seperti halnya mencari pasangan hidup,dimana kita melihat apakah calon
kita sudah memiliki kriteria yang kita inginkan atau kita idamkan begitu juga
ketika membeli rumah sebaiknya tidak hanya tergiur tampilan luarnya saja, tapi
juga harus mengetahui kondisi rumah tersebut secara keseluruhan. Hal ini
penting dilakukan untuk menghindari biaya perbaikan yang membengkak saat anda
telah pindah, berikut tips yang yang semoga bermanfaat bagi anda :
1.
Tentukan
budget/ anggaran dari rumah yang akan anda beli
2.
Buatlah list
keinginan atas rumah yang akan anda beli
3.
Pencarian
rumah yang dijual
4.
Meminta
kelonggaran waktu
5.
Periksa
kondisi bangunan & lingkungan.
6.
Periksa
tagihan-tagihan yang ada
7.
Periksa
Status Kepemilikan
8.
Periksa
Peruntukan dan Golongan Pemugarannya
9.
Periksa
Kembali Harganya
10. Pilih Notaris yang tercaya
11. Secepatnya transaksi, minimal
PPJB
12.
Pilihlah
broker properti yang dapat dipercaya untuk membantu kelancaran transaksi anda

Berikut penjelasannya :
1.
Tentukan budget/ anggaran dari
rumah yang akan anda beli
Sebaiknya anda lakukan kalkulasi
financial atas kondisi keuangan anda. Periksa daya beli anda (setelah di
jumlahkan dari segala sumber dana anda ). Tambahkan pula dalam anggaran anda
minimal 10% untuk renovasi rumah, biaya transaksi, pindahan dan sebagainya.
Pertimbangkan juga rencana anda kedepan, seperti menambah anak lagi, ingin
melakukan renovasi, dsb. Bila anda berencana memakai KPR, rumah yang anda
inginkan haruslah rumah , ber SHM, ber IMB dan mempunyai nilai jual di pasaran.
2.
Buatlah list keinginan atas rumah
yang akan anda beli
Buatlah list rumah seperti apa
yang anda inginkan, lokasinya, modelnya, dll. Rundingkan dengan anggota
keluarga lainnya. Daftar ini bisa sangat panjang. Bayangkan semua yang anda
inginkan dari sebuah rumah. Pertimbangkan juga jumlah anggota keluarga,
pertumbuhan keluarga, hobi anda, gaya hidup anda apakah suka berkumpul,
berpesta atau penyendiri. Dan rasanya lebih nyaman pindah ke rumah yang dekat
kekantor, dekat sekolah anak & banyak kerabat menjadi tetangga.
3.
Pencarian rumah yang dijual
Carilah sebanyak mungkin rumah
yang dijual. Bisa anda temukan di internet, koran, agent properti, dll, atau
yang termudah untuk mencari di sekitar serpong adalah di sini
Buat sebuah daftar rumah dijual yang menarik minat anda. Tindak-lanjuti, tanya harga, spesifikasi dan fasilitasnya. Coret yang harganya 10% diatas daya beli anda.
Kunjungi rumah-rumah yang anda inginkan, secukupnya saja. Setelah anda menemukan rumah yang sepertinya cocok di harga dan di hati, bikin rencana untuk kunjungan lanjutan yang lebih lama.
Buat sebuah daftar rumah dijual yang menarik minat anda. Tindak-lanjuti, tanya harga, spesifikasi dan fasilitasnya. Coret yang harganya 10% diatas daya beli anda.
Kunjungi rumah-rumah yang anda inginkan, secukupnya saja. Setelah anda menemukan rumah yang sepertinya cocok di harga dan di hati, bikin rencana untuk kunjungan lanjutan yang lebih lama.
4.
Luangkan waktu minimal 7 hari
Katakan kepada pemilik rumah atau
agen property anda bahwasannya anda menyukai rumah tersebut dan anda minta
waktu untuk berpikir serta mempertimbangkan harganya, sekaligus meminta
pengurangan harga. Buat tabel dengan 4 kolom. Kolom 1 adalah berisi daftar
periksa, termasuk surat-surat rumah, fasilitas yang anda, kesesuaian dengan
gaya hidup keluarga anda dll. Kolom 2,3,4 adalah buruk, sedang, bagus. Bawa
selalu daftar yang anda buat ini sewaktu anda lakukan kunjungan. Ini untuk
mengingatkan anda. Dan luangkan waktu anda minimal 7 hari, (kecuali anda sudah
mengenal wilayah rumah itu). Ini untuk lebih meyakinkan diri, sebelum anda
mengajukan penawaran, karena bisa saja begitu anda menawar harga, pemilik rumah
langsung setuju… Uang muka yang anda berikan bisa hangus bila anda berubah
pikiran. Jadi … luangkan waktu !. Anda akan tinggal lama di situ, mungkin 20-30
tahun kedepan.
5.
Periksa kembali kondisi bangunan
dan lingkungan.
o
Kondisi Bangunan.
Sebaiknya membawa orang yang
mengerti seperti kontraktor. Periksa Pondasi dan struktur bangunan. Lantai dan
atap. Ada retak ? Ada bekas air di dinding yang horisontal? Ada retak yang
vertikal ? Apa ada tanda serangan rayap. Anda bisa melihat dari adanya gundukan
kecil tanah di beberapa tempat, kondisi kayu-kayu dirumah itu, atau dirumah
sebelah, karena rayap jika ada di 1 rumah, berarti tinggal menunggu waktu untuk
menyebar ke rumah yang lain. Jika semua kayu yang digunakan adalah kayu jati
itu akan lebih baik. Namun perabotan kayu anda apakah semuanya terbuat dari
kayu jati juga ?
Periksa
lantai apa ada yang mengembung ?
Periksa
atap, serta dinding apa ada bekas air?
Minta denah
rumah terakhir apabila pemilik memilikinya. Periksa semua ruangan yang ada
didenah tersebut, apakah cocok jumlah dan ukurannya? atau ada ruangan yang
hilang? Ini berguna untuk penempatan perabotan dan manajemen ruangan lainnya.
Tanyakan
usia bangunan, kapan renovasi terakhir, apa yang direnovasi dan mengapa
direnovasi.
Periksa daya
dan distribusi dan kondisi kabel listrik.
Rasakan
sirkulasi udara di setiap ruangan, bila sumpek, apakah bisa diperbaiki dengan
mudah atau harus dipasang AC ?
Periksa
intensitas cahaya disetiap ruangan, jika kurang cahaya, ruangan akan lembab,
barang cepat berjamur dan menimbulkan bau.
Periksa
sumber air, airnya bagus? bisa dipakai minum, mandi atau mencuci mobil ?. Tutup
semua kran namun buka kran utama atau hidupkan pompa air lalu cari dinding atau
lantai yang basah. Jika ada dinding yang basah ini bisa jadi renovasi yang
besar biayanya.
Periksa
jalur pembuangan sisa rumah tangga, WC lancar? dimana septic tank, dimana
tempat pembuangan sampah dan jadwal pengambilannya.
Periksa
jalur gas dengan cara yang sama dengan pipa air, apakah ada bau gas yang terasa
diruangan yang jauh dari dapur? Bila bangunan sudah berusia diatas 10 tahun biasanya
sudah ada yang diganti.
o
Kondisi Lingkungan
Coba ketahui
siapa tetangga anda, sudah berapa lama mereka tinggal disitu dan bila banyak
rumah yang kelihatan kosong, cari tahu mengapa?, apakah didaerah tersebut
pernah atau sering banjir ?, Bagaimanakah akses keamanan menuju rumah tersebut
?. Ini bisa jadi petunjuk soal kenyamanan tinggal di lingkungan tersebut.
Lalu anda
coba jalani rute di hari kerja menuju tempat-tempat biasa anda (dan anggota
keluarga lain) beraktifitas. Jarak ke pasar, ke rumah ibadah, ke sekolah, ke
Rumah Sakit, teman, pertokoan dan lain-lain. Apakah dekat dari jalur yang
dilewati angkutan umum ?. Lalu kembali berjalan-jalan disekitar rumah itu pada
MALAM hari. Di hari kerja dan di hari sabtu.
Kenapa malam
hari ? Selain melihat kondisi penerangan jalan juga melihat kehidupan
lingkungan, Dokumentasikan semua kekurangan yang anda temui sebagai bahan di
perundingan harga. Namun sebelum mengajukan penawaran harga….
6.
Periksa tagihan-tagihan yang ada.
Pastikan pemilik lama telah
membayar semua kewajibannya ( tagihan listrik, telepon, PDAM, retribusi
kebersihan dan keamanan, PBB tahun berjalan, dsb )
7.
Periksa kembali status
kepemilikan
Ini satu tahap yang sangat
penting. Ketahui alasan pemilik menjual rumah, siapa nama yang tercantum
disertifikat, apa hubungannya dengan penjual, dll.
8.
Periksa kembali Peruntukan dan
Golongan Pemugarannya
Anda bisa menanyakan IMB nya.
Salahsatu syarat pengajuan KPR adalah IMB. Jadi pastikan rumah tersebut
memiliki IMB. Karena ada biaya tambahan jika IMB tersebut tidak dipegang lagi
oleh pemilik.
Golongan pemugaran bisa dilihat
di IMB ataupun Dinas Tata Kota setempat. Periksa ukuran di yang tertera di
sertifikat, PBB dan IMB, cocok dengan fisiknya..?
9.
Periksa kembali harganya
Membeli di atas harga pasaran?
Kemahalan…? Bila harganya sesuai dengan daya beli anda dan anda telah jatuh
cinta pada rumah tersebut seharusnya kemahalan tidak boleh jadi suatu masalah
bagi anda.
Namun perlu dipertimbangkan sisi
investasinya. Jika suatu saat anda harus menjual cepat rumah tersebut,
returnnya bisa sangat kecil atau malah rugi. Rundingkan harga berdasarkan data
yang anda miliki. Perhatikan sikap anda dalam berunding. Banyak transaksi rumah
gagal karena ketersinggungan di kedua pihak.
10.Pilih
Notaris/PPAT yang terpercaya.
Biasanya dalam transaksi
pembelian rumah secara tunai, notaris/PPAT dipilih dan dibayar sepenuhnya oleh
pembeli. Untuk itu anda bisa minta referensi dari saudara dan relasi anda.
Sebaiknya notaris dan PPAT orangnya sama, itu berarti anda sebaiknya memilih
notaris/PPAT yang beroperasi di wilayah tempat rumah tersebut berada. Pilih
notaris yang berumur sekitar 40 tahun dan kelihatan bugar.
Umur 40, biasanya berpengalaman,
berhati-hati dan akan lebih panjang umur. Umur panjang notaris bisa jadi
penting untuk para ahli waris anda sebagai bahan rujukan mereka bila anda sudah
wafat.
11.
Secepatnya bertransaksi, minimal
PJB
Jangan sampai penjual berubah
pikiran. Anda akan sangat kecewa. Akan membuang waktu, energi, biaya dan emosi
yang….. tidak hanya milik anda, tapi juga orang dekat anda…
12. Pilihlah
broker property yang dapat dipercaya untuk membantu kelancaran transaksi anda
Tidak ada salahnya bagi anda
memakai jasa agent property dalam memilih rumah yang anda inginkan, karena
selain memiliki berbagai macam alternative pilihan bagi anda, merekapun dapat
membantu anda dalam proses transaksi & dkumentasi. Pilihlah agent property
yang telah berbadan hukum dan dapat dipercaya sehingga dapat membantu anda
dalam kelancaran proses transaksi.
Sekian 12 Tips Membeli Rumah
Second/ Bekas. Silakan dibaca juga 10
Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan.
Sumber:
http://abuabiyyah.wordpress.com/category/property/tips-beli-rumah-second-bekas/